TUGAS 1 (C)
Nama : Baeti Amalia
Nama : I1B015030
Peran
Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial
Penyakit
infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian
di dunia. Infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen
atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Salah
satu jenis infeksi adalah Infeksi nosokomial, nosokomial adalah infeksi yang
didapat pasien dari rumah sakit pada saat pasien menjalani proses asuhan
keperawatan. Infeksi nosokomial pada umumnya terjadi pada pasien yang dirawat
di ruang seperti ruang perawatan anak, perawatan penyakit dalam, perawatan
intensif, dan perawatan isolasi, infeksi ini juga tidak menunjukan tanda dan
gejala infeksi pada saat masuk rumah sakit (Darmadi, 2008).
Berdasarkan uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa infeksi
nosokomial adalah infeksi yang diperoleh dari rumah sakit yang dapat
mempengaruhi kondisi kesehatan pasien tersebut selama dirawat maupun sesudah
dirawat yang dapat terjadi karena intervensi yang dilakukan di rumah sakit
seperti pemasangan infus, kateter, dan tindakan-tindakan operatif lainnya. Pencegahan
infeksi nosokomial membutuhkan keterpaduan, pemantauan, dan program dari semua
tenaga kesehatan profesional yang meliputi: dokter, perawat, terapis, apoteker,
dan lain-lain (Nursalam, 2009). Peran perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan sangat berkaitan dengan terjadinya infeksi nosokomial di rumah
sakit dan perawat yang bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang aman bagi
klien terutama dalam pengendalian infeksi dalam proses keperawatan.
Perawat juga bertindak sebagai pelaksana terdepan dalam upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial yaitu dengan cara (1) membatasi
transmisi organisme antara pasien dalam melakukan perawatan pasien secara
langsung melalui cuci tangan, menggunakan sarung tangan, teknik aseptik yang
tepat, strategi isolasi, sterilisasi dan teknik desinfektan; (2) mengendalikan
lingkungan yang berisiko untuk infeksi; (3) melindungi pasien dengan penggunaan
profilaksis antimikroba yang tepat, nutrisi, dan vaksinasi; (4) surveilans
infeksi, mengidentifikasi dan mengendalikan wabah; (5) pencegahan infeksi pada
tenaga kesehatan; (6) meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan secara terus
menerus dengan memberikan pendidikan; (7) menyediakan layanan konsultasi
mengenai semua aspek pencegahan dan pengendalian infeksi dengan menggunakan
metode yang berdasarkan penelitian, praktisi, dan keefektifan biaya (Brooker,
2008).
DAFTAR
PUSTAKA
Brooker, C. 2008.
Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC
Darmadi, 2008. Infeksi
Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika
Nursalam.
2009. Manajemen Keperawatan.edisi 3. Jakarta: Salemba Medika
Potter,
P.A, Perry, A.G. 2005. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Volume 1. Alih Bahasa: Yasmin Asih, dkk.
Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar