Minggu, 05 Juni 2016


 TUGAS 1 (C)
Nama   : Baeti Amalia
Nama   : I1B015030

Peran Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Salah satu jenis infeksi adalah Infeksi nosokomial, nosokomial adalah infeksi yang didapat pasien dari rumah sakit pada saat pasien menjalani proses asuhan keperawatan. Infeksi nosokomial pada umumnya terjadi pada pasien yang dirawat di ruang seperti ruang perawatan anak, perawatan penyakit dalam, perawatan intensif, dan perawatan isolasi, infeksi ini juga tidak menunjukan tanda dan gejala infeksi pada saat masuk rumah sakit (Darmadi, 2008).
Berdasarkan uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh dari rumah sakit yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pasien tersebut selama dirawat maupun sesudah dirawat yang dapat terjadi karena intervensi yang dilakukan di rumah sakit seperti pemasangan infus, kateter, dan tindakan-tindakan operatif lainnya. Pencegahan infeksi nosokomial membutuhkan keterpaduan, pemantauan, dan program dari semua tenaga kesehatan profesional yang meliputi: dokter, perawat, terapis, apoteker, dan lain-lain (Nursalam, 2009). Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan sangat berkaitan dengan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit dan perawat yang bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang aman bagi klien terutama dalam pengendalian infeksi dalam proses keperawatan.
Perawat juga bertindak sebagai pelaksana terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial yaitu dengan cara (1) membatasi transmisi organisme antara pasien dalam melakukan perawatan pasien secara langsung melalui cuci tangan, menggunakan sarung tangan, teknik aseptik yang tepat, strategi isolasi, sterilisasi dan teknik desinfektan; (2) mengendalikan lingkungan yang berisiko untuk infeksi; (3) melindungi pasien dengan penggunaan profilaksis antimikroba yang tepat, nutrisi, dan vaksinasi; (4) surveilans infeksi, mengidentifikasi dan mengendalikan wabah; (5) pencegahan infeksi pada tenaga kesehatan; (6) meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan secara terus menerus dengan memberikan pendidikan; (7) menyediakan layanan konsultasi mengenai semua aspek pencegahan dan pengendalian infeksi dengan menggunakan metode yang berdasarkan penelitian, praktisi, dan keefektifan biaya (Brooker, 2008).


DAFTAR PUSTAKA

Brooker, C. 2008. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC

Darmadi, 2008. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika

Nursalam. 2009. Manajemen Keperawatan.edisi 3. Jakarta: Salemba Medika 
     
Potter, P.A, Perry, A.G. 2005. Buku  Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Volume 1. Alih Bahasa: Yasmin Asih, dkk. Jakarta: EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar