TUGAS 1 (B)
Nama : Baeti Amalia
Nim : I1B015030
Peran Perawat
Dalam Keselamatan Pasien
Rumah sakit sebagai instansi pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung
dengan pasien harus mengutamakan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu,
antidiskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai
dengan standar pelayanan rumah sakit. Pasien sebagai pengguna pelayanan
kesehatan berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit. Instansi rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal
keamanan tersebut, keamanan itu sendiri merupakan prinsip yang paling
fundamental dalam pemberian pelayanan kesehatan maupun keperawatan, dan
sekaligus aspek yang paling kritis dari manajemen kualitas (Arikunto, 2002).
Sedangkan keselamatan pasien (patient safety) itu sendiri merupakan suatu
variabel untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan keperawatan yang
berdampak terhadap pelayanan kesehatan, merupakan salah satu komponen penting
dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan terutama keperawatan (Kusnanto, 2004).
Peranan perawat dalam penerapan keselamatan pasien idealitanya yaitu,
sebagai seorang perawat harus memiliki sikap caring terhadap pasien, mampu
berkomunikasi dengan baik terhadap pasien, memiliki rasa tanggungjawab yang
besar terhadap profesinya, mampu mengemban amanah dengan melaksanakan tugas
dengan baik karena keselamatan dan kesembuhan pasien yang menjadi prioritas
utama seorang perawat. Penting juga bagi perawat untuk dapat meningkatkan
pengetahuan dalam bidang teknologi informasi agar prosedur perawatan yang
dilakukan dapat terintegrasi dengan baik.
Sedangkan pada realitanya setiap pasien masih mengeluhkan tindakan dan
kelambanan para petugas kesehatan. Mereka merasa dirugikan karena pelayanan
yang masih kurang baik dan masalah sistem yang kurang handal baik untuk
diagnosis, komplikasi terapi, respon terhadap intervensi, dan masalah
komunikasi yang terkait dengan prosedur perawatan pasien tersebut. Sedangkan
pada dasarnya program keselamatan pasien bertujuan untuk menurunkan angka
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang sering terjadi pada pasien selama dirawat
di rumah sakit sehingga sangat merugikan baik pasien sendiri dan pihak rumah
sakit. Kejadian tidak diharapkan bisa disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain beban kerja perawat yang tinggi, alur komunikasi yang kurang tepat,
penggunaan sarana kurang tepat dan lain sebagainya (Nursalam, 2011).
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta
Kusnanto. 2004.
Pengantar Profesi dan Praktek Keperawatan Profesional. Jakarta: EGC
Nursalam. 2011.
Manajemen Keperawatan.edisi 3. Jakarta: Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar